Mitos Dibalik Arti Friday The 13th

Tahukah kamu apa arti dari hari Jumat tanggal 13? Pada hari Jumat tanggal 13 banyak sekali pembahasan tentang hari Jumat tanggal 13. Menurut mitologi Barat, hari Jumat tanggal 13 atau Friday the 13th dianggap sebagai hari sial atau pertanda kesialan.
Jadi apa artinya hari Jumat tanggal 13? Dari mana mitos Friday the 13th berasal? Lihat serba-serbi lengkap di bawah ini untuk info lebih lanjut.

Friday the 13th Artinya Apa?
Apa itu Friday the 13th? Menurut kepercayaan takhayul atau mitos di Barat, Friday the 13th artinya dianggap sebagai hari sial atau kesialan, keburukan, ketidakberuntungan, atau bahkan pertanda nasib buruk.

Friday the 13th terjadi ketika hari ke-13 dalam kalender masehi (yang dipakai saat ini) jatuh pada hari Jumat. Dalam setahun, hari Jumat tanggal 13 sedikitnya terhitung hanya ada satu sampai tiga kali.

Asal Usul Mitos Friday the 13th
Melansir situs History, mitos Friday the 13th artinya hari sial atau kesialan, keburukan, ketidakberuntungan, atau pertanda nasib buruk ini diperkirakan berasal dari Perjamuan Terakhir, yang dihadiri oleh 13 orang, yakni Yesus Kristus dan 12 muridnya, pada Kamis Maundy. Malam sebelum penyaliban Yesus oleh tentara Romawi pada Jumat Agung.

Pengaturan tempat duduk pada Perjamuan Terakhir diyakini telah memunculkan takhayul Kristen yang sudah berlangsung lama bahwa memiliki 13 tamu di meja adalah pertanda buruk.

Angka 13 juga dikaitkan dengan Yudas Iskariot, pengkhianat Kristus. Angka 13 juga dianggap tidak sempurna jika dibandingkan dengan angka 12, yang mewakili jumlah bulan dalam setahun.

Seputar Mitos Friday the 13th
Tonggak penting sejarah mitos Friday the 13th terjadi pada 1907, dengan penerbitan novel ‘Friday, the Thirteenth’ yang ditulis oleh Thomas William Lawson. Menceritakan kisah seorang pialang saham New York City yang bermain takhayul tentang tanggal untuk menciptakan kekacauan di Wall Street, dan melakukan pembunuhan di pasar.

Baca Juga :  Varane Resmi Umumkan Dirinya Untuk Gantung Sepatu

Selanjutnya pada tahun 1980 film horror ‘Friday the 13th’ dirilis. Memperkenalkan dunia kepada seorang pembunuh yang mengenakan topeng hoki bernama Jason. Film ini menghasilkan beberapa sekuel, buku komik, novel, video game, barang dagangan terkait, dan kostum Halloween menakutkan yang tak terhitung jumlahnya.

Hal Buruk saat Friday the 13th
Friday the 13th, juga dihubungkan dengan sejumlah peristiwa buruk dalam sejarah. Pada hari Jumat, 13 Oktober 1307, perwira Raja Philip IV dari Prancis menangkap ratusan Ksatria Templar, sebuah ordo keagamaan dan militer yang kuat pada abad ke-12 untuk pertahanan Tanah Suci.

Dipenjara atas tuduhan berbagai perilaku ilegal (tetapi sebenarnya karena raja menginginkan akses ke sumber daya keuangan mereka), banyak Ksatria Templar kemudian dieksekusi. Beberapa sumber kemudian mengutip sejarah peristiwa ini sebagai asal mula mitos Friday the 13th.

Peristiwa Buruk Friday the 13th
Meski asal usul pasti terkait mitos Friday the 13th masih ada yang mempertanyakannya, hingga kini cukup banyak masyarakat yang percaya terkait mitos Friday the 13th artinya sebagai kesialan, keburukan, ketidakberuntungan, atau pertanda nasib buruk.

Selain itu, dalam catatan sejarah beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa traumatis telah terjadi pada hari Jumat tanggal 13. Hal ini tuut memperkuat kepercayaan sebagian masyarakat akan mitos buruk Friday the 13th. Peristiwa tersebut antara lain:

Pemboman Jerman di Istana Buckingham (September 1940)
Pembunuhan Kitty Genovese di Queens, New York (Maret 1964)
Topan yang menewaskan lebih dari 300.000 orang di Bangladesh (November 1970)
Hilangnya pesawat Angkatan Udara Chili di Andes (Oktober 1972)
Kematian rapper Tupac Shakur (September 1996)
Jatuhnya kapal pesiar Costa Concordia di lepas pantai Italia, yang menewaskan 30 orang (Januari 2012).