Kata Kunci ‘Mega’ Di Twitter Hilang, Kini Jadi Trending Topik!

Warganet dihebohkan dengan kata kunci ‘Mega’ yang mendadak hilang dari Twitter. Padahal, hastag ‘Mega’ tengah menjadi trending topic di Twitter.
Berdasarkan pantauan , hingga pukul 17.56 WIB terdapat sebanyak 172 ribu cuitan terkait kata kunci ‘Mega’.

Namun pada saat diklik, cuitan tersebut tidak ditemukan. Selain itu, saat diketik kata kunci ‘Mega’ di kolom pencarian juga tidak ditemukan.

“Tidak dapat memuat Tweet sekarang. Coba lagi,” tulis Twitter.

Sementara itu, tak sedikit warganet yang menghubungkan kata kunci ‘Mega’ dengan mantan Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri. Hal itu lantaran sebelumnya Megawati sempat menjadi perhatian usai pidatonya saat HUT ke-50 PDIP beberapa waktu lalu.

Meski demikian, kata kunci lain seperti PDIP, Megawati, dan Bu Mega masih dapat dicari di kolom pencarian tersebut.

Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri banyak mendapat sorotan publik. Banyak pihak menilai pidato Megawati menyindir dan merendahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, jika pidato tersebut tidak ada maksud untuk merendahkan Jokowi. Dia mengungkapkan, bahwa Megawati sebenarnya sayang dan hormat kepada Jokowi.

“Bu mega itu sayang banget sama Pak Jokowi dan tentu saja hormat sekali sama Pak Jokowi sebagai presiden,” kata Puan, dalam acara Rosi, dikutip Sabtu (14/1).

Bahkan, menurut Puan, Megawati menangis ketika Jokowi dirundung masyarakat. Hal ini sempat diutarakan Megawati dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Megawati menyatakan siap pasang badan. Dengan mengatakan, dia tidak apa-apa dirundung daripada Jokowi yang harus menerima semuanya.

Sikap ini disebut Puan sebagai bentuk sayang dan hormatnya sang ibu kepada Jokowi.

“Bahkan (Megawati) sampai (mengatakan), enggak apa-apa saya di-bully karena saya mau membela Pak Jokowi. Itu kalau bukan sayang dan hormat, apa (namanya?),” ujar Puan.

Baca Juga :  Laga Spezia Vs AS Roma 2-0

Menurutnya, rasa sayang dan hormat Megawati kepada Jokowi tidak lepas dari penempatan diri Megawati sebagai seorang ibu di internal PDIP.

Misalnya, ketika pembukaan pidato pada HUT PDIP ke-50, Megawati memanggil dirinya sendiri di hadapan ribuan kader dengan kata “ibu”. Selain itu, Kalimat yang pertama keluar saat sambutan adalah, “Kangen, enggak, sama Ibu?”.

Hal ini memperkuat posisinya di internal PDIP sebagai seorang ibu dan seorang pemimpin partai.

Sehingga Puan menegaskan, bahwa sang ibu tidak bermaksud buruk merendahkan Jokowi.

Sebaliknya, dia merasa pernyataan Megawati kepada Jokowi adalah hal yang wajar. Apalagi dalam beberapa kesempatan, Megawati sempat memuji Jokowi sebagai orang yang pintar sehingga PDIP mengusungnya dua kali dalam Pilpres.

“Jadi bukan ada rasa mau merendahkan atau sepertinya enggak hormat, itu justru kebalikan. Orang-orang yang punya pemikiran begitu itu pikirannya cuma yang negatif,” tegas Ketua DPR RI itu.

Lebih lanjut, Megawati tengah mengibaratkan PDIP sebagai wadah bagi para kader, termasuk Jokowi, untuk berjuang.

“Jadi ini sebagai wadah. Jadi maksudnya, ayo dong kita sama-sama maju, ayo dong sama-sama kita memberikan bakti kita, atau apa yang bisa kita lakukan untuk bisa membangun bangsa dan negara. Kan diperlukan, it takes two to tango untuk bisa melaksanakan hal itu,” imbuh Puan.

Sebelumnya, Pidato Megawati dalam acara HUT PDIP ke-50 sempat berkelakar bahwa nasib Jokowi tidak akan sama ketika tak diusung oleh PDIP.

Dia lantas menyematkan kata “kasihan” jika Jokowi tidak dibantu oleh PDIP hingga sampai di titik ini sebagai Presiden ke-7 RI.

“Pak Jokowi itu kayak begitu lho, mentang-mentang. Lah iya, padahal Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan juga, aduh, kasihan deh,” kata Megawati sambil tertawa.